Cara Mengukur Tabungan Pribadi dan Nasional: Panduan Praktis

0
12

Anda menyisihkan uang. Anda tidak menghabiskannya hari ini. Itu adalah tindakan menabung. Ini bukan hanya tentang menyimpan buku tabungan tahun 1977 yang berdebu di dalam laci. Ini tentang mengalihkan sumber daya dari masa kini ke masa depan.

Bagi kebanyakan orang, ini terlihat seperti saldo rekening bank yang lebih tinggi. Bagi yang lain, itu berarti membeli saham atau sekadar menyimpan lebih banyak uang tunai. Mengapa kita melakukannya? Kami ingin mengkonsumsinya nanti, bukan sekarang. Kami berharap pendapatan kami ke depan akan stabil. Dan ya, suku bunga berperan dalam seberapa besar kita bersedia menunggu.

Tapi bagaimana Anda sebenarnya melacak apa yang telah Anda simpan? Ada dua cara utama untuk mengetahuinya sendiri.

Menghitung Tingkat Tabungan Pribadi Anda

Cara pertama sangatlah mudah. Ambil total pendapatan Anda untuk periode tersebut. Kurangi pengeluaran Anda untuk kebutuhan dan keinginan saat ini. Sisanya adalah tabungan Anda. Aritmatika sederhana.

Cara kedua lebih ketat. Anda melihat neraca Anda pada awal bulan atau tahun. Anda melihatnya lagi di akhir. Jika kekayaan bersih Anda (aset dikurangi hutang) meningkat, peningkatan tersebut mencerminkan tabungan Anda. Metode ini menangkap hal-hal yang mungkin terlewatkan oleh orang pertama, seperti perubahan nilai rumah atau investasi Anda.

“Sejauh mana individu menabung dipengaruhi oleh preferensi mereka terhadap konsumsi di masa depan dibandingkan konsumsi saat ini.”

Mengapa Tabungan Nasional Penting

Dalam skala yang lebih besar, tabungan nasional adalah kelebihan pendapatan nasional dibandingkan konsumsi dan pajak. Secara ekonomi, jumlah ini selalu setara dengan investasi nasional. Anggap saja seperti ini: jika suatu negara memproduksi lebih banyak daripada yang dikonsumsi dan dibelanjakan, surplus tersebut harus digunakan untuk membangun kapasitas baru.

Anda juga dapat mengukurnya dengan melihat perubahan total kekayaan bersih suatu negara dari waktu ke waktu. Kedua metode tersebut menceritakan kisah yang sama tentang akumulasi kekayaan.

Keterkaitan antara tabungan dan investasi inilah yang menyebabkan kemajuan ekonomi bergantung padanya. Jika setiap orang membelanjakan setiap dolar yang mereka peroleh saat ini, tidak akan ada lagi modal yang tersisa untuk membangun pabrik, mendanai startup, atau meningkatkan infrastruktur. Kekayaan produktif hanya tumbuh ketika sebagian orang tidak mengonsumsi seluruh pendapatannya.

Namun menabung saja tidak cukup. Anda membutuhkan orang-orang yang mau menginvestasikan uang simpanan itu. Anda membutuhkan wirausahawan yang memanfaatkan dana menganggur tersebut dan mengubahnya menjadi kapasitas produktif. Tanpa penabung dan investor, mesin pertumbuhan akan terhenti.

Jadi, meskipun buku bank lama Anda mungkin terlupakan, mekanisme di baliknyalah yang menggerakkan perekonomian. Pertanyaannya bukan hanya seberapa banyak Anda menabung, tapi ke mana uang itu disalurkan. Apakah itu diam? Atau apakah itu bergerak menuju sesuatu yang memberi nilai tambah? Jawabannya menentukan apakah usaha Anda hanya diam saja, atau membangun sesuatu yang nyata.