Ekspansi AI Google Dipicu oleh Bahan Bakar Fosil: Pusat Data Mengandalkan Gas Alam

0
19

Pusat data baru yang didukung Google di Texas akan ditenagai sebagian oleh pembangkit listrik tenaga gas alam yang besar, dan diperkirakan mengeluarkan 4,5 juta ton gas rumah kaca setiap tahunnya – setara dengan penambahan lebih dari 970.000 mobil bertenaga gas ke jalan raya. Keputusan ini menyoroti tren yang sedang berkembang: meskipun masyarakat sudah berkomitmen terhadap energi terbarukan, raksasa teknologi semakin bergantung pada bahan bakar fosil untuk memenuhi lonjakan kebutuhan listrik pada infrastruktur AI.

Bangkitnya Kekuatan di Balik Meteran

Kampus pusat data Goodnight di Armstrong County hanyalah salah satu contoh perubahan yang lebih luas. Pengembang pusat data, yang menghadapi keterlambatan koneksi jaringan listrik dan kenaikan biaya listrik, beralih ke pembangkit listrik “di belakang meteran” – membangun sumber energi mereka sendiri, dengan gas alam sebagai pilihan utama. Tren ini mendorong lonjakan produksi gas alam AS, dengan hampir 100 gigawatt pembangkit listrik berbahan bakar gas saat ini sedang dikembangkan khusus untuk pusat data.

Skala Masalah

Kampus Goodnight tidak sendirian. Proyek Jupiter OpenAI dan Oracle di New Mexico dapat mengeluarkan 14 juta ton gas rumah kaca per tahun, sementara proyek Stargate Crusoe di Texas dapat melepaskan hampir 8 juta ton setiap tahunnya. Skalanya sangat besar. Perlombaan AI menciptakan permintaan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga infrastruktur jaringan listrik tidak dapat mengimbanginya. Perusahaan seperti Crusoe secara terbuka mengakui kenyataan ini dan memandang gas sebagai “jembatan penting” sambil berinvestasi pada energi terbarukan jangka panjang.

Kemunduran Perusahaan dan Konteks Politik

Ketergantungan pada gas ini bertentangan dengan narasi keberlanjutan yang didorong oleh beberapa perusahaan teknologi. Google, yang mengklaim pengurangan emisi pusat data sebesar 12% meskipun terjadi peningkatan keseluruhan sebesar 50% dalam lima tahun terakhir, pada saat yang sama juga melakukan investasi besar-besaran pada infrastruktur bertenaga gas. Iklim politik saat ini, dengan pemerintahan yang mendorong perluasan pusat data dan peningkatan ekspor gas alam, semakin mendorong tren ini.

Pengawasan yang Berkembang

Beberapa anggota parlemen kini mempertanyakan praktik ini. Senator Demokrat telah mengirimkan surat kepada perusahaan AI, termasuk xAI dan OpenAI, menuntut penjelasan atas ketergantungan mereka pada gas alam dibandingkan energi terbarukan. Pertanyaan-pertanyaan ini menandakan meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan dari perluasan pusat data yang tidak terkendali.

Intinya: Permintaan terhadap infrastruktur AI melampaui transisi ke sumber energi berkelanjutan, sehingga memaksa raksasa teknologi untuk memprioritaskan solusi jangka pendek dibandingkan tujuan iklim jangka panjang. Situasi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan modernisasi jaringan listrik dan peraturan yang lebih ketat mengenai emisi pusat data.