Sejarah Airbus: Dari Pesaing Concorde hingga Pelopor Mesin Ganda

0
11

Airbus berdiri sebagai produsen pesawat komersial terbesar kedua secara global, hanya tertinggal dari Boeing. Struktur perusahaannya merupakan jaringan aliansi Eropa yang kompleks. Entitas Jerman-Prancis-Spanyol, EADS, memegang 80% saham. BAE Systems Inggris memiliki 20% sisanya. Pemisahan kepemilikan ini mencerminkan sifat multinasional dari teknik kedirgantaraan modern.

Perusahaan ini dimulai pada tahun 1970. Ini dimulai sebagai konsorsium perusahaan kedirgantaraan Perancis dan Jerman. Perusahaan Spanyol dan Inggris kemudian bergabung. Tujuannya jelas. Mengisi ceruk pasar untuk pesawat jet jarak pendek hingga menengah dan berkapasitas tinggi. Pabrikan Amerika telah mendominasi industri ini selama beberapa dekade. Airbus bertujuan untuk mematahkan monopoli itu.

Produk debutnya tiba pada tahun 1974. A300 mulai beroperasi pada tahun itu. Itu adalah desain yang inovatif. Itu adalah pesawat jet berbadan lebar pertama yang hanya dilengkapi dengan dua mesin. Pengoperasian mesin ganda berarti penghematan bahan bakar yang lebih besar. Operator menyukai biaya yang lebih rendah.

Inovasi terus berlanjut selama beberapa dekade. A320 diluncurkan pada tahun 1988. Pesawat ini memperkenalkan teknologi fly-by-wire. Sistem ini menggunakan sinyal listrik dan bukan hubungan mekanis. Kontrol penerbangan berbasis komputer menggantikan kabel tradisional. Pilot dapat bermanuver dengan ketepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perjalanan jarak jauh diikuti. A340 bermesin empat tiba pada tahun 1993. A330 bermesin ganda yang lebih kecil bergabung dengan armada pada tahun 1994. Keduanya berfungsi sebagai pesawat jarak jauh. Mereka memperluas jangkauan Airbus ke rute antarbenua.

Skala ambisi Airbus mencapai puncaknya pada tahun 2007. A380 diluncurkan sebagai pesawat terbesar di dunia. Tempat duduk standar menampung 555 orang. Kapasitas maksimumnya mencapai 853 penumpang. Itu adalah pernyataan dominasi teknik. Kota terbang.